News

Sekolah GenIUS

SMA GenIUS Terakreditasi “A”

SMA GenIUS meraih nilai A dan unggul dalam akreditasi nasional. Berbagai modal keberanian, optimis, dan tekad para pendidik, dan manajemen di Yayasan Pendidikan GenIUS dalam persiapkan instrumen pembuktian setiap standar kompetisi sungguh penuh kerja keras, semangat, dan kerja sama yang baik dari setiap timnya.

Akreditasi SMA GenIUS dilaksanakan pada Selasa, 29 Oktober 2019 silam membawa kepuasan tersendiri. Dimana berani mengambil risiko untuk mempersiapkan berkas akreditasi di tengah kesibukan internal yang luar biasa dan waktu yang tinggal 10 hari kerja untuk visitasi.

Namun waktu menjawab dengan tunai. Buah hasil pikiran dan tenaga pelaku pendidikan di Sekolah GenIUS terbayar dengan capaian nilai “A” oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN).

Esther K. Wirawan, M.Psi., Kepala SMA GenIUS memaparkan, capaian nilai A dalam akreditasi sekolah 2019 ini dipersembahkan darinya untuk pendidikan di Indonesia Timur.

“Berani mempertahankan idealisme pendidikan menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pendidikan terbaik, dan tepat sasaran sehingga siswa mampu mengejar ketertinggalan dan bersaing hingga internasional,”tambahnya.
Proses akreditasi saat itu diawali dengan penyambutan assesor, pembukaan, serta presentasi oleh Kepala Sekolah GenIUS.

Presentasi yang disuguhkan Kepala Sekolah saat itu sangat memukau Dr. Encep Suriatna, M.Pd., dan Dr. Hj. Yuyun Rohmatul Uyuni, M.Ag. selaku assesor dari BAN.

Berawal paparan visi misi Sekolah GenIUS, berlanjut pada perjalanan dan sejarah sekolah mulai tahun 2009 hingga sekarang. Setelah itu, Disampaikan pula fakta lapangan mengapa Sekolah ini fokus pada pelayanan untuk siswa dari Indonesia timur. Hal itu karena adanya temuan diantaranya terbukti adanya “GAP” antara standar kompetensi nasional dengan profil kompetensi siswa daerah.

Alasan kuat tersebut salah satu yang menyedot perhatian Encep dan Yuyun. Mereka mengapresiasi kepekaan sekolah pada permasalahan pendidikan pada siswa di daerah 3T. Dengan demikian, pihaknya secara otomatis dapat melihat bagaimana kerja keras, kefokusan, dan kesabaran para pendidik siswa di Sekolah GenIUS.

Ketertarikan para assesor pada potensi Sekolah GenIUS pun tak terhenti sampai di situ. Mereka mempertanyakan bagaimana proses seleksi dan metode apa yang dilakukan sekolah dalam menstimulus siswa.
Esther melanjutkan dalam pemaparannya, proses seleksi siswa yang dilakukan langsung di daerah. pertama-tama yang dilakukan adalah pemetaan kemampuan baca tulis hitung (calistung), kedua psikotes dan wawancara langsung, dan terakhir tes kesehatan.

“Setelah siswa dinyatakan lulus maka akan masuk pada kurikulum Sekolah GenIUS dengan beberapa proses yaitu pemetaan profil dan kekhasan siswa, pemetaan analisa kebutuhan siswa, dan ditambahkan dengan target kurikulum nasional. Ketiga poin tersebut kami balut dengan skema ketapel,” ungkap Esther dalam meyakinkan para assesor.

Klimaks yang diarasakan para assesor pun mulai terlihat. Terlebih pada saat Kepala Sekolah menjelaskan lebih dalam lagi proses KBM di kelas, kegiatan non akademik di sekolah mau pun di luar kelas, serta prestasi-prestasi yang diraih para siswa dan lulusan Sekolah GenIUS.
Akhir presentasi, Esther menggaungkan filosofi Prof. Yohanes Surya, Ph.D. “Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah anak yang belum mendapat kesempatan belajar dari guru yang baik dengan metode yang benar,” kutipnya.
Mendengar hal itu para assesor tidak sabar melihat secara langsung potensi yang ada di lapangan secara langsung. mereka berlanjut pada visitasi kelas (mengamati guru pada proses KBM di kelas), setelah itu berlanjut pada pengecekan dokumen akreditasi dari delapan standar kompetensi, dan diakhiri penutup.

©Sekolah Genius