News

Sekolah GenIUS

Sekolah GenIUS Tingkatkan Kualitas Guru Berbasis Penelitian Untuk Peneliti Belia

Sekolah GenIUS terus mengepakkan sayap demi meraih cita visi dan misi untuk ikut andil dalam berkontribusi untuk pendidikan siswa daerah 3T Indonesia bagian timur. Salah satu kuncinya adalah meningkatkan kualitas guru dengan meningkatkan penguasaan dan pemahaman terhadap ilmu pengetahuan.

Berangkat dari hal tersebut, para guru Sekolah GenIUS ikut berperan aktif dalam kegiatan Konferensi Guru Indonesia dan Kongres Nasional pada 22-23 November 2019. Kegiatan ini diprakarsai oleh Pengurus Asosiasi Guru Pembimbing Penelitian Indonesia (AGPPI).

Kegiatan ini dibersamai pula oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Dikti. Tujuan kegiatan tentunya demi meningkatkan kompetisi pedagogik para guru di Indonesia, khususnya bagaimana menjadi guru pembimbing bagi peneliti belia .

Hal yang paling membanggakan yakni pada sesi pararel, sejumlah guru Sekolah GenIUS sebagai pemeran utama dalam konferensi ini, yaitu sebagai pemakalah. Mereka membagikan pengalaman mengajar dan membimbing penelitian berdasarkan masing-masing bidang seperti bidang best practice, pendidikan, penelitian tindakan kelas, sosial, psikologi, budaya, sejarah, kimia, teknologi, dan fisika pada guru se-Indonesia di acara tersebut.

Nani Rahmah, M.Pd., Guru Kimia dan Proyek Penelitian Sekolah GenIUS memaparkan, pihaknya sangat beruntung mendapatkan kesempatan menjadi salah satu pemakalah pada bidang penelitian tindakan kelas dengan judul “Upaya Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Kegiatan dan Hasil Belajar Kimia Peserta Didik di Sekolah GenIUS”.

Latar belakang penelitiannya diambil berdasarkan temuan hasil belajar peserta didik, dan observasi saat pembelajaran langsung dalam kelas. Permasalahan yang ditemukan Nani pun beragam. diantaranya siswa kesulitan dalam memahami teks bacaan, kurang mampu mengaplikasikan rumus kimia dalam perhitungan, dan ditemukannya kecerdasan variatif dalam satu kelas.
Berangkat dari kondisi tersebut, Ia menerapkan pembelajaran Kimia berbasis proyek. Hal tersebut terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia siswa sesuai target.

“Terbukti dari 80% tidak tuntas, menjadi 83% tuntas. Cara ini sangat efektif diterapkan pada siswa Sekolah GenIUS dalam pembelajaran di kelas,” imbuhnya.
Dampak positif dan hal menarik lain yang diamati guru Sekolah GenIUS setelah mengikuti kegiatan ini pun meningkatkan pemahaman dan pemikiran baru terhadap konsep menjadi guru berbasis penelitian yang dapat diandalkan dalam dunia pendidikan.

Suraban, S.Pd., salah satu guru GenIUS yang mengikuti konferensi tersebut menyampaikan, ternyata lomba penelitian bukan hanya tentang menjadi juara atau pemenang. Poin penting dalam perlombaan adalah mengembangkan karakter peserta didik. Maka dari itu guru pembimbing penelitian sebaiknya membimbing peserta didik untuk siap menerima kekalahan bukan memberikan tuntutan bahwa mereka harus menang.

Pengalaman lain yang disampaikan Maria Wahyu Susilaningsing, S.Pd.Gr. setelah menyimak dari berbagai pemakalah pada konferensi tersebut, bahwa dalam mengembangkan minat peserta didik agar bersemangat melakukan riset dapat dilakukan melalui pembinaan intensif, pembelajaran berbasis proyek, kegiatan ilmiah, mengajak siswa mengemukakan ide penelitian melalui pendekatan design thinking, dan lain sebagainya.

Selain itu, lanjut Maria, banyak hal yang dapat diterapkan oleh guru dalam mengatasi karakter peserta didik yang bermasalah di kelas, seperti mengembangkan media wayang untuk membangun moralitas peserta didik melalui karakter tokoh dan lakon, menerapkan proyek bengkel kreatif untuk peserta didik yang kecanduan game online, dan sebagainya.

©Sekolah Genius