News

Sekolah GenIUS

Berbarengan dengan Pameran Riset, Sekolah GenIUS Melepas Peserta Didik Terbaiknya. Mendagri Tito Karnavian: Sejalan dengan visi presiden!

Rasa lelah terbayar tuntas seiring senyum anak-anak bertumbuh di wajahnya. Dalam suasana yang syahdu serta menuangkan haru, anak-anak Sekolah GenIUS berbaris rapi, menunggu giliran naik ke panggung untuk menerima medali kelulusan. Pagi itu, 8 Juni 2021, Sebanyak 51 orang siswa mengikuti upacara wisuda ke-VI Sekolah GenIUS. 18 di antaranya adalah wisudawan SMA. Siswa-siswi terbaik yang lulus dan akan segera menggenapi perjuangan mereka pada proses pendidikan berikutnya.

Ada tangis yang tersendat, ada bangga di pelupuk mata. Suasana haru, bangga juga bahagia bercampur menjadi menu utama di Gedung pertemuan. Orang tua serta tamu undangan, menyaksikan dengan khidmat sejak awal acara. Mereka cukup berjarak sebab dengan ketat mesti mengikuti ketentuan protokol Kesehatan.

Acara wisuda ke-VI Sekolah GenIUS yang bertajuk ‘Merajut Masa Depan Membangun Tanah Air Tercinta’ ini  diadakan bersamaan dengan Pameran Riset yang telah menjadi agenda rutin tahunan Sekolah GenIUS. Para siswa memamerkan  pelbagai hasil penelitian terbaiknya di sini. Mengundang decak kagum bagi siapapun yang menyaksikan.

Dukungan muncul dari berbagai pihak, tak terkecuali dari Bapak Tito Karnavian selaku Mendagri yang memberikan pidato sambutan secara virtual untuk membuka acara wisuda ke-VI Sekolah Genius ini. Beliau sampaikan rasa Bahagia serta terima kasihnya yang dalam kepada Sekolah GenIUS. Beliau mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan sekolah GenIUS sesuai dengan keinginan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yakni kesempatan dan kualitas pendidikan yang dapat dirasakan oleh anak-anak daerah di Indonesia. Khususnya bagi anak-anak yang berasal dari daerah 3 T (Terpencil, Terdepan, Tertinggal) yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 18 tahun 2020 tentang rencana pembangunan jangka menengah Nasional tahun 2020- 2024.

Selain itu, Mendagri juga mengajak masyarakat dan pemerintah untuk tidak hanya menjadi penonton saja, tetapi juga turut berperan membangun daerahnya masing-masing  terutama di bidang pendidikan sehingga nantinya dapat berkembang dan menciptakan lapangan kerja bagi putra-putri daerah. Sebab sungguh tugas mulia ini tak dapat diemban sendiri. Mesti ada kolaborasi dari berbagai pihak guna meratanya visi pendidikan dalam membangun Indonesia, khususnya Indonesia Timur.

Melalui acara ini pula, disampaikan harapan agar para alumni dapat membawa bara semangat untuk kampung halamannya; Papua dan Maluku. Memercikkan api semangat kebersamaan. Menularkan sorak-sorainya untuk keberhasilan sahabat dan saudara. Saling menggenggam tangan di kala yang lain mengalami kesukaran. Serta menjadi penopang kejayaan Indonesia di hari depan.

Sekolah GenIUS tidak hanya berperan dalam mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mengembangkannya melalui proses refleksi secara kritis dengan basis kegiatan riset sebagai program unggulannya. Sejalan dengan tujuan Sekolah GenIUS untuk terus mengkampanyekan pentingnya mengenali dunia riset sejak dini di sekolah sebagai upaya memunculkan academic curiosity pada diri setiap anak. Sehingga nantinya pengembangan kompetensi siswa-siswi tidak hanya terfokus pada pemahaman konsep keilmuan, tetapi juga mampu bersikap kritis terhadap berbagai informasi pengetahuan yang diperoleh sehingga dapat menjadi agen perubahan di masa depan.

Sejatinya, anak-anak ini bukanlah sekadar lulus lalu meninggalkan sekolah asal mereka. Mereka adalah anak-anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Mereka tengah melangkahkan kaki ke dunia luar. Menuju babak baru pencarian jati diri di berbagai universitas terbaik di negeri ini. Bahkan, sembilan siswa yang lulus tahun ini mendapat beasiswa untuk kuliah di Universitas Luar Negeri. Hal ini menunjukkan bahwa Sekolah GenIUS benar-benar serius, totalitas serta berkomitmen untuk membentuk putra-putri daerah khususnya yang berasal dari Papua dan Maluku.

Nilai oktagonal Indonesia Jaya yang menjadi landasan Sekolah GenIUS dengan lantang telah diikrarkan seluruh siswa. Syair demi syair dinyanyikan. Rangkaian demi rangkaian acara telah dilaksanakan. Hingga acara selesai, atmosfer haru berpadu bahagia masih menggema. Kala itu, anak-anak itu datang Bersama polosnya. Lugu dan lucu. Kini mereka telah tumbuh dewasa dan bersiap melangkahkan kakinya. (fam)

©Sekolah Genius