News

Sekolah GenIUS

Sekolah GenIUS Melakukan Eksplorasi Pembelajaran Teks Fiksi Dengan Berdongeng: Hasilnya Seru Banget!

Seorang guru haruslah memiliki jiwa kreatif di dalam dirinya. Sebab, kreativitas dalam kegiatan belajar mengajar mampu meningkatkan motivasi belajar pada diri siswa. Dengan metode yang tepat, materi pembelajaran jadi lebih mudah diterima dan dicerna oleh siswa. 

Sekolah GenIUS memiliki fokus pada pembelajaran kreatif dengan menerapkan metode gasing. Metode gasing memiliki arti; gampang, asyik dan menyenangkan. Oleh karena itu, setiap guru dituntut untuk dapat menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan tetapi juga tetap berorientasi pada tujuan pembelajaran.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Ibu Fitri dalam mengajar materi teks fiksi mata pelajaran Bahasa Indonesia. Alih-alih mengajarkan teori dengan presentasi, Bu Fitri justru mengajak siswa untuk praktik mendongeng.

Para siswa diarahkan untuk mempersiapkan pertunjukan dongeng sebagai bentuk apresiasi teks fiksi. Mulai dari mempersiapkan cerita, membuat alat peraga seperti boneka dan wayang kertas, kemudian terakhir menampilkan dongeng di muka kelas.

Sebelumnya, Bu Fitri mengaku sering merasa kesulitan ketika mengajar bahasa Indonesia. Kegiatan belajar di dalam kelas dirasa tidak kondusif. Siswa banyak yang tidak memperhatikan. Ada yang mengobrol bahkan ada pula yang tidur di dalam kelas.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Bu Fitri akhirnya menyadari bahwa siswa-siswi Sekolah GenIUS memang memiliki kekhasannya tersendiri. Para siswanya cenderung lebih aktif bergerak (kinestetik) dan sulit berkonsentrasi apabila materi hanya disampaikan dengan metode ceramah atau presentasi. Maka, kreativitas guru benar-benar diuji dalam hal ini.

Kemudian tercetuslah ide untuk mengajarkan materi teks fiksi dengan metode dongeng. Bu Fitri memaparkan bahwa kelebihan mengajar dengan metode ini adalah daya tariknya terhadap minat siswa untuk bereksplorasi, sebab kecenderungan gaya belajar siswa lebih ke arah audio visual.

Selain itu, mengajar menggunakan metode ini memiliki banyak kelebihan, yaitu melatih siswa untuk lebih fokus dalam menyimak dan memahami isi cerita, melatih siswa untuk berbicara di depan umum, melatih siswa untuk menulis cerita dan melatih logika serta imajinasi siswa, melatih kreativitas siswa, serta memaknai cerita dengan mengambil pesan moral dari sebuah cerita fiksi.

Hasilnya, wow! Siswa jadi lebih antusias, baik dalam menyimak penampilan temannya maupun menerima penjelasan teori yang disisipkan di sela-sela pertunjukan.  Belajar bahasa jadi lebih menyenangkan karena bukan hanya menitikberatkan teori dan teks saja. Tetapi jauh lebih dari itu, yaitu mengerti konsep, memahami kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf, bahkan mampu menginterpretasikan gagasan dan nilai moral yang terkandung dalam teks cerita fiksi.

[fam]

©Sekolah Genius